Pages

Showing posts with label AGAMA. Show all posts
Showing posts with label AGAMA. Show all posts

Friday, July 2, 2010

resensi:TARBIYAH RUHIYAH

Seorang sahabat memperkenalkan kepada saya sebuah bacaan fikrah "TARBIYAH RUHIYAH" oleh DR. Abdullah Nashih Ulwan. Malangnya..saya belum berpeluang untuk mendapatkan buku tersebut..Jadi saya pun mencari-cari tentangnya di arena tanpa sempadan (internet) ini... alhamdulillah..kutemuinya...apa salahnya jika saya kongsikan di sini beberapa intipati buku tersebut...


DR. Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya yang berjudul Tarbiyah Ruhiyah menyebutkan bahwa ada lima faktor penting dalam mencapai takwa.

1. Mu’ahadah

Mu’ahadah adalah mengingat perjanjian-perjanjian yang telah kita buat kepada Allah. Hendaknya setiap kita menyendiri dan mengingat perjanjian-perjanjian yang telah kita buat kepada Allah. Dengan mu’ahadah kita akan tetap istiqamah dalam melaksanakan syariat Allah

2. Muraqabah

Muraqabah adalah merasakan keagungan Allah di setiap waktu dan keadaan, serta merasakan kebersamaannya dalam sepi maupun ramai. Dengan muraqabah kita akan ikhlas, karena setiap fi’il adalah untuk-Nya. Dengan muraqabah kita akan istiqamah. Tak terpengaruh oleh situasi dan kondisi.

3. Muhasabah

Makna muhasabah adalah hendaknya seorang muslim menghisab dirinya setelah melakukan sebuah amal. Apakan amal itu benar-benar semata untuk meraih ridha Allah ataukah tercampur dengan kepentingan pribadi, riya, ujub atau malah telah mengurangi hak-hak orang lain? Apakah amal yang kita lakukan sudah maksima? Atau dilaksanakan sekedarnya?Di samping itu muhasabah juga melakukan perhitungan diri antara amaliyah dan dosa. Apakan amaliyah yang kita lakukan sudah cukup menutup dosa? Lalu bagaimana dengan taubat kita? Dengan muhasabah kita akan terbebas dari penyakit hati.

4. Muaqabah

Muaqabah adalah pemberian denda. Sudah sepatutnya bagi kita jika kita telah melalaikan Allah, kita denda diri kita sebagai mana orang tua memberi hukuman kepada anaknya yang bersalah. Semoga dengan melakukan muaqabah kita menjadi jelik untuk berbuat dosa.

5. Mujahadah

Mujahadah adalah bersungguh-sungguh dalam melaksanaan ibadah. Di sana ada makna memaksakan diri untuk berbuat yang terbaik, menyerahkan yang terbaik dan mengoptimumkan diri dalam beramal. Ibadah adalah tarbiyah. Dengan mengerahkan diri untuk beramal, itu ertinya kita membangkitkan potensi yang terpendam dalam diri kita. Maka integriti kita akan semakin meningkat.


Faktor-faktor yang menyuburkan ruhiyah

Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan menjadi 2 iaitu kelompok yang berkaitan dengankepekaan jiwa dan kelompok amaliyah lahiriyah.

1. Yang termasuk kelompok yang berkaitan dengan kepekaan jiwa adalah:


a. Selalu merasakan muraqabah kepada Allah

Hendaklah kita selalu meyakini bahwa Allah selalu bersama kita dimanapun kita berada. Ia Maha Melihat, Maha Mendengar, juga Maha Mengetahui. Dan dalam muraqabah secara konsisten ini cukuplah kita mencontoh Umar ibn Khattab r.a. Disana ada seorang gembala yang muraqabah, seorang gadis yang muraqabah, juga seorang istri mujahid yang muraqabah.


b. Mengingat kematian dan kehidupan sesudahnya

Apabila seorang mukmin senantiasa mengingat bahwa kematian pasti menjemputnya, lalu ia akan ditanya dalam kesendiriannya dalam kubur, tentu hatinya akan peka kepada perasaan takut kepada Allah, jiwa raganya akan tergerak untuk beramal shalih demi membawa bekal kepada hari yang dijanjikan. Karenanya maka dzikrul maut adalah sesuatu yang urgent untuk dilakukan. 

Bahkan Rasulullah pun menegaskan bahwa mukmin yang paling bijak adalah mukmin yang paling banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk menghadapinya. 


c. Membayangkan hari Akhirat dan hal-hal yang berkaitan dengannya

Ketika kita membayangkan peristiwa-peristiwa yang di alami oleh ahli surga dan ahli neraka, kejadian dipadang mahsyar, dibaginya catatan amal perbuatan, perjalanan pada titian sepertujuh rambut, maka kita akan terlecut untuk beribadah dan bersungguh-sungguh mendekatkan dirinya pada Allah. Bahkan seluruh jiwaraga akan bangkit untuk melaksanakan amal shalih untuk hari akhir nanti agar kita termasuk orang-orang yang saling ridha kepada Allah.

Karena itu marilah kita bayangkan peristiwa-peristiwa itu:

  • Di mana kita dibangkitkan dari kubur dalam keadaan ridak berpakaian dengan cemas yang mengabut cuaca
  • Di mana mentari mengusap kepala dan peluh mengolam laut
  • Di mana bumi menjadi saksi bicara dan kita tak mampu berharap
  • Di mana kita melupa siapa di atas mizan, di depan kitab perbuatan dan pada titian jahanam
  • Di mana jasad menghianati nafsu dan lisan
Marilah kita ingat pula tentang gelapnya jahanam, tentang dalamnya neraka, tentang bahan bakarnya adalah batu dan kita, tentang busuk baunya, tentang zaquum, juga tentang airmata darah ahli neraka yang memarit.

Tetapi jangan pula dilupakan bahwa Allah juga telah menyiapkan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih apa yang tak pernah terlihat oleh mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terdetik di dalam hati manusia. Yakni diperkenankan untuk melihat Allah secara langsung sebagai nikmat yang terbesar.


2. Faktor-faktor Amaliyah Lahiriyah:

a. Tilawah Al-Qur’an dengan tadabbur

Bacaan yang disertai tadabbur yang khusyu’ mampu mempertajam pandangan yang sudah tumpul, pemusnah pandangan yang sempit dan ubat bagi hati yang sakit. Hendaknya kita menjadikan al-Qur’an sebagi sahabat yang tak pernah kita tinggalkan barang sehari. Karena dengan Al-Qur’an kita menjadi dekat dengan Allah. Ialah furqan yang membedakan haq dan batil. Biarkan Qur’an menyapa hati, ruh dan fikiran kita. Dengan menjadikan Qur’an sebagai rujukan kita tak akan tersesat dalam berjalan.

b. Hidup bersama dengan Rasulullah dan mencontoh sirahnya yang Agung

Beruntunglah kita sebagai umat Muhammad saw. Karena beliau adalah uswah hasanah, qudwah shalihah dan pedoman terbaik di dunia ini. Allah telah memilihkan bagi kita sosok tanpa cela untuk diikuti. Seorang raja yang juga rahib. Seorang bijaksana yang juga pemberani.
Sudah sepatutnya seorang da’i mencontoh Rasulullah dalam beragama dan keduniawian. Dalam ibadah, dalam kezuhudan, ketakwaan, kesabaran dan kelembutan, keteguhan prinsip, keberanian, kekuatan fisik, serta kehangatan cintanya.

c. Selalu menyertai orang-orang pilihan yang mereka yang berhati bersih dan mengenal Allah.

Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintainya. Karena itulah kita patut untuk bergaul dan bersama dengan orang-orang yang shalih dan ikhlas. Kita memerlukan mereka karena mereka akan menjaga ketakwaan kita. Meliputi lingkungan kita dengan dzikir dan ketaatan. Saling menasehati dalam kebenaran, dalam kesabaran dan dalam kasih sayang. Hidup seorang mukmin dengan orang yang salih seperti hidup seekor ikan di dalam kolam.Sungguh indah ukhuwah dalam iman dan ketakwaan, percintaan dalam pengabdian, persaudaraan dalam jihad dan kebenaran, dan kasih-sayang dalam penghambaan.

d. Dzikir kepada Allah dalam setiap waktu dan kesempatan

Dzikir adalah mengingat Allah dalam semua kondisi. Dzikir terdiri atas dzikir hati, pikirian, lisan dan perbuatan. Dzikir perbuatan mencakup tilawah, ibadah dan menuntut ilmu. Berdzikirlah dengan sungguh-sungguh secara konsisten. Semoga kita naik ke ketinggian rohani, mendapat kehormatan dalam munajat, menjadi seorang yang khusyu’, dan tak pernah terjebak dalam maksiat kepadanya.

e. Menangis kepada Allah dalam waktu khalwat

Kala kita berkhalwat (qiamullail), membayangkan keberpalingan kita dan kemaksiatan yang kita lakukan, membayangkan akhirat dan bekal yang telah kita persiapkan untuknya, membandingkan kualiti ibadah kita dengan para salafus-shalih, maka semoga hati menjadi lembut, jiwa menjadi bergetar, dan tanpa terasa airmata jatuh di pipi. Tak hanya itu, hendaknya kita mampu menangis karena: takut riya dalam ibadah, takut ujub dalam kecukupan, takut nifaq dalam bergaul, dan takut sombong dalam berhias. Sungguh dosa-dosa itu tak pernah kita sadari menyelusup dengan halus ke dalam hati yang merasa aman dalam pengabdian kepada Allah.

Orang yang paling takut adalah orang yang paling mengenal dirinya dan Rabb-nya. Karena itulah Allah telah memberikan keistimewaan pada tangisan kita hari ini dengan tawa diakhirat kelak. Orang yang menangis berada dalam naungan pada hari tak ada naungan kecuali naungan Allah. Orang yang menangis, akan terbebas dari azab Allah. Orang yang menangis berada dalam ampunan dan maghfirah-Nya. Dan orang yang menangis berada dalam limpahan cinta dan kasih-Nya.

f. Bersungguh-sungguh membekali diri dengan Ibadah nafilah.

Ibadah nafilah merupakan saranan pembekalan diri seorang hamba apabila si hamba merasa kurang dengan kewajiban-kewajiban yang telah ia laksanakan. Semoga dengan ibadah nafilah kita diangkat ke tempat yang terpuji.Sebenarnya banyak sekali ibadah nafilah yang dapat dilaksanakan, beberapa yang terpenting di antaranya : Shalat Lail, Shalat Dhuha, Shalat Awwabin, Shaum Senin-Kamis, Shaumu-Daud, Shaum Yaumul-‘Arafah, Shadaqah Nafilah dll.

Pengaruh Tarbiyah Ruhiyah dalam Pembinaan, Perbaikan dan Pembaharuan Ummat

Apabila kita telah memancarkan rohani, berhubungan erat dengan Allah dan ketakwaan, maka tersingkaplah makna dan hakikat. Terbukalah rahsia-rahsia yang hanya dapat di tangkap oleh orang yang bijak dan takwa. Apabila jalan rohani telah kita daki. Dan darjat takwa telah kita raih. Cinta kasih-Nya telah meliput diri. Maka Cahaya Iman akan memancar dalam setiap desah nafas. Cahaya itu akan menyapa sekeliling bagai mentari. Jika cahaya itu menyirami hati yang kerontang, maka suburlah hati itu. Jika cahaya itu menyinari kegelapan batin, tentu teranglah ia.Maka jalan da’wah akan terasa mudah, perjuangan akan terasa ringan, dan pengorbanan menjadi suatu kejamakan. Kekuatan ruhani inilah yang nantinya menjadi senjata yang mematahkan tiang pancang kebatilan, menghancurleburkan kemaharajalelaan, dan proklamator kemenangan da’wah dan peradaban islam.Semoga kita mewujudkannya. Amin.

p/ss:>>semoga suatu hari nanti saya akan memperoleh buku ini..

Sunday, April 11, 2010

x nak lah cam nie....




Sahaba-sahabat, 
jika kita bercita-cita nk bergaji tinggi,
jika kita berjawatan hebat
jika kita ralit berjuang
jika kita sibuk dengan ana isteri,...

ingatlah bahawa kita empunya  ibu.. kita empunya bapa.. sama ada sudah hidup atau masih mati, kita tetap perlu berbakti n ingat pada  mereka... amat besar ganjaran bg yang berbuat baik pada ibu bapa.. amatlah berat dan siksa juga  azab Allah bg yang berbuat khianat pada mereka.. bahkan azab kepada yang derhaka kepada ibu bapa adalh azab yang disegerakan oleh Allah sejak masa hidup lagi..
Nasihat, tazkirah dan teguran semuanya adalh untuk nak memperingatkan diri yng bercakap dan sahabat sekeliling. (insyaALLAH soleh dan musleh)
moga perkongsian kisah dibawah menjadi ibrah (pengajaran) kepada kita.; bukan air mata yang diharapkan, tetapi kesedaran yang menatijahkan perubahan amatlah perlu.
CERITA BENAR – AZAB ANAK DERHAKA HADAPI SAKARATUL MAUT 
Sebaik sampai ke pintu wad, jeritan Jalal menerpa ke telinga saya. Jeritannya sungguh kuat kerana azab dan sakit yang ditanggungnya tidak mampu ditanggung lagi. Saya percepatkan langkah menuju ke katilnya. Di sisi katil saya lihat ahli keluarga Jalal sedang menangis tersedu-sedu. Jelas = mereka panik dan tidak tahu apa yang perlu dilakukan, kecuali melihat Jalal menggelepar kesakitan dan berdoa semoga Jalal cepat sembuh. Di katil pula, Jalal meraung dan meronta sambil tangan dan kakinya terikat kemas di katil.
“Terima kasih ustaz sebab sudi datang bantu kami. Saya dah tak tahu apa nak buat. Dah seminggu lebih adik saya macam ni,” kata salah seorang abang kepada Jalal sebaik melihat saya sampai.
Sebelum itu mereka menghubungi saya melalui telefon meminta saya segera datang untuk membantu menyembuhkan penyakit adik bongsu mereka itu.
“Apa sakitnya ni?” tanya saya. “Entahlah ustaz, doktor pun tak tau.”
Sedang kami berbual, tiba-tiba sekali lagi Jalal menjerit kesakitan. Kali ini jeritannya cukup jelas di pendengaran saya. Jeritannya menakutkan dan menyedihkan.
“Emak, ampunkan saya mak. Panaaaassss. Saya sakit mak, sakiiiiittttttt! Tolonglah emak, ampunkan dosa saya.” Berserta raungan yang dilepaskan sekuat hati, tubuh Jalal menggelepar seperti dipanggang di dalam api yang marak. Mukanya berkerut sementara matanya terbelalak akibat azab yang amat pedih. Semua yang ada di wad berkenaan memandang ke arah kami. Jeritan itu menyebabkan saya tertanya-tanya. Apakah yang menyebabkan Jalal jadi sedemikian rupa? Apa pula kaitan antara penyakitnya itu dengan ibunya?
“Panggil ibunya segera,” kata saya.
Namun kata-kata saya itu tidak dijawab. Ahli keluarga Jalal cuma terdiam, menundukkan muka atau berpandangan sesama sendiri.
“Kenapa ni?” tanya saya.
Dengan perlahan abang Jalal bersuara, “Ustaz, ibu kami baru sahaja meninggal dunia dua minggu lepas.”
“Kalau macam ini susahlah sikit. Saya rasa mungkin Jalal ada melakukan kesalahan besar kepada ibunya, sebab itulah dia menanggung azab yang begini rupa. Dalam keadaan macam ini, cuma ibunya saja yang dapat membantu,” kata saya berterus terang.
Mereka cuma mendiam diri sementara jeritan Jalal semakin kuat. Saya semakin ingin mengetahui puncanya kerana dengan latar belakang itu insya-Allah saya boleh cuba carikan jalan lain untuk meredakan kesakitan Jalal.
“Ceritakanlah kepada saya apa yang sebenarnya telah berlaku.”
“Ustaz, sebenarnya adik saya ini sudah derhaka kepada arwah ibu kami,” jawab salah seorang daripada mereka.

Thursday, April 1, 2010

JALAN-JALAN PARA ULAMA' SEBENAR MEMPERJUANGKAN ISLAM. INILAH SUNNAH PERJUANGAN!!!


Inilah Jalan Yang Ditempuh Oleh Ulama-Ulama Sebenar dalam menegakkan Agama Islam.
Imam Syafie Tangan dan kakinya dirantai lalu dibawa menghadap pemerintah dan hampir-hampir dipancung kerana dituduh Syiah dan pemecah-belah masyarakat.
Imam Hanafi – Ditangkap, dipenjara, disebat, disiksa dan dipaksa minum racun oleh pemerintah lalu meninggal dunia kerana tidak bersetuju dengan dasar-dasar pemerintah.
Imam Maliki – Disebat dengan cemeti lebih kurang 70 kali sepanjang hayatnya oleh pemerintah kerana sering mengeluarkan kenyataan yang bertentangan dengan kehendak pemerintah.
Imam Hambali – Dipenjara oleh pemerintah dan dirotan belakangnya hingga hampir terlucut kainnya kerana mengeluarkan fatwa yang bertentangan dengan kehendak pemerintah. Pemerintah menganggap mereka lebih betul daripada ulama.
Sufyan Ath-Thauri – Seorang wali Allah yang termasyhur. Ditangkap tanpa bicara kerana berani menegur kesalahan khalifah dan dihukum gantung tetapi sewaktu hukuman hendak dijalankan kilat dan petir menyambar pemerintah dan menteri-menterinya lalu mereka mati tertimbus tanah.
Said bin Jubair – Seorang wali Allah yang dikasihi harimau. Dibunuh kerana didakwa memecah-belahkan masyarakat, menentang kerajaan dan berkomplot untuk menjatuhkan pemerintah.
Abu Yazid Al Bustami – Wali Allah yang terkenal dengan pelbagai karamah. Dituduh sesat kerana ilmu agamanya lebih tinggi daripada pemerintah. Dihukum pancung oleh pemerintah tetapi tiada siapa berjaya memancungnya.
Abul Husin An Nuri – Wali Allah yang mampu menundukkan api. Ditangkap dan hampir dihukum kerana dia menentang tindakan pemerintah yang membenarkan minuman arak berleluasa dalam negara.
Imam Nawawi – Hampir-hampir dipukul dan telah dibuang negara oleh pemerintah kerana menegur tindakan pemerintah menyalahgunakan wang rakyat. Juga seorang wali Allah yang terkenal sepanjang zaman.


ADAKAH KITA IKHLAS?


Kita semua maklum bahawa keikhlasan itu menjadi pra-syarat untuk apa-apa amalan kita diterima oleh Allah swt. Kerana kita inginkan amalan kitalah yang bakal menjelma sebagai makhluk yang indah bila kita di dalam alam barzakh nanti, kita berharap agar amalan kitalah yang dapat membela kita pada hari pembalasan kelak.

Sudah tentu, niat pada permulaan kita membuat sesuatu, hinggalah ke akhirnya perlulah hanya kerana Allah semata-mata. Tidak kira amalan itu menyentuh perkara peribadi mahupun dalam kehidupan berdakwah. Namun, ibarat kita hendak mengenal samada kita sudah terkena penyakit 'chicken pox' dsbnya, ada tanda-tanda yang dapat menolong kita memastikan adakah benar kita ini ikhlas.

Antaranya :-

1. Kita takutkan sanjungan dan pujian manusia.

2. Kita tidak berasa hati apabila usaha dikritik oleh manusia.

3. Kita tidak berasa bangga bila dipuji.

4. Kita sentiasa menganggap diri cuai dalam ibadah akibat sikap taajub akan diri sendiri.

5. Tidak malas, lembab dan ketinggalan dalam kesusahan.

6. Tidak jemu dalam berusaha mengajak orang kepada Islam.

7. Tidak menjauhkan diri dari jemaah walau dicaci manusia.

8. Di dalam organisasi/jemaah, tidak teringin menjadi ketua tetapi tetap bekerja dan menyumbang.

9. Menjadi pemimpin atau pengikut, mana satu tidak menjadi hal.

10. Tidak marah malah gembira, bila muncul seorang yang baru menjadi ketua (namun bukan bermaksud tanggungjawabnya sendiri berkurang, kerana amanah bukan dari manusia tetapi dari Allah)


Begitulah antara perkara-perkara yang perlu kita perhatikan. Ini hanyalah panduan sahaja sebagai langkah berjaga-jaga bagi memastikan amalan diri kita sendiri bersih dari sifat ria', taajub, takabbur dan seumpamanya. Pekerjaan yang zahirnya baik, tetapi jika diselimuti oleh segala sifat yang batil tersebut, maka sia-sialah di sisi Allah swt.

Hatta mereka yang berperang di saff hadapan dan mati di medan peperangan. Walau bagaimanapun, atas kelemahan manusia, tidak layak sebenarnya untuk menilai atau menghukum orang lain ikhlas ataupun tidak.

Dalam satu kata-kata ulamak, ada ulamak yang mengatakan untuk membayangkan ikhlasnya seseorang itu seperti seekor semut yang hitam yang berjalan diatas batu yang hitam pada waktu malam ( yg pekat legam ). Betapa besarnya hati manusia itu, apa bila merasakan hatinya itu ikhlas terhadap Allah ta'ala.

Perlu diingatkan juga, dalam satu hadith Nabi saw telah bersabda "3 golongan yang tidak diterima Allah Ta'ala untuk masuk ke syurga, kemudian ditanya kepada nabi apakah golongan itu, maka nabi menjawab

1. Orang-orang kaya menginfaqkan ( sedekah ) sebahagian hartanya di jalan allah, tetapi tidak ikhlas.

2. Orang-orang yang berjihad di jalan Allah, mahupun perang atau sebagainya.

3. Orang-orang alim ulamak yang menyampaikan ilmu itu tetapi tidak ikhlas kerana Allah ta'ala"

Jadi sahabat dan sahabiah yang dirahamtilah Allah sekalian dapat kita renungkan betapa besar ikhlas tu perlu wujud pada hati masing. Syaitan sentiasa merasuk diri anda supaya mengkianati Allah Ta'ala. oleh itu sentiasalah menyucikan jiwa anda dari perasaan hasad dan dengki serta riak yang membinasakan diri kita di akhirat kelak.
Kita hanya boleh melihat yang zahir sahaja. Allah swt yang Maha Mengetahui dan hanya Allah swt sahajalah yang berhak membalas segala amalan. Samada amalan yang baik atau sebaliknya.

Sama-samalah kita berdoa:

DI SEDIAKAN OLEH :
USTAZ IBRAHIM BIN ZAKARIA
019-2627636
PENGETUA
MAAHAD TAHFIZ AL-QURAN DAR AL ABRAR
NO. 19 Atas Persiaran PM 3/2, Pusat Bandar Seri Manjung Seksyen 3,
32040 Seri Manjung Perak.
E Mail ibrahim_mtd07@yahoo.com
Segala sumbangan derma boleh lah di salurkan ke dalam akaun bank muamalat no 08030002138714

~kekoh~

Monday, January 18, 2010

Impianku.....

Impianku ialah menjadi pemuda yang beriman
Disaluti rasa gerun dan takwa kepada Allah
Jiwaku penuh penghayatan dan keyakinan terhadap ISLAM
Solatku lambang maruah diriku
Ilmu sentiasa diburu, disebar dan diimarah
Sentiasa lapar dan dahaga akan pahala
Sentiasa bersama mujahid yang berjuang fisabilillah
Tidak takut berkata benar
Tidak pernah gentar melawan nafsu

Impianku ialah menjadi pemuda yang menjaga tutur katanya
Tidak bermegah dengan ilmu di dada
Tidak menyombong dengan harta dunia yang dianugerahkan
Sentiasa berbuat kebajikan kerana mengejar sifat pemurah
Mempunyai ramai sahabat yang sentiasa bertambah

Impianku ialah menjadi pemuda yang menghormati ibu dan ayah
Sentiasa berbakti kepada keluarga dan masyarakat
Memimpin dan menjaga kerukunan rumahtangga
Mendidik dan menyerapkan peradaban islam ke dalam jiwa
Isteri tercinta dan anak-anak tersayang
Hidupku penuh kesederhanaan
Kerana dunia bagiku ialah rumah sementara dalam menuju akhirat hakiki

Impianku ialah menjadi pemuda yang sentiasa bersedia menjadi imam
Hidup dibawah naungan Al-Quran dan As-Sunnah Rasulullah s.a.w
Mudah diajak berbincang dan berbicara
Sentiasa menundukkan pandangan
Sujudku membuahkan rasa hina diri sebagai hamba
Tulus ikhlas mengharapkan rahmat Allah

Impianku ialah peka dan optimis akan masa yang sentiasa mencemburui
Mataku layu kerana rakus menelaah
Suaraku lesu kerana keletihan mengaji dan berzikir
Tidurku lena bertemankan cahaya keimanan
Bangunku subuh ibarat sang harimau kelaparan
Buah tahajjud dan air mata tangisan menjadi hidangan
Kerana usiaku lanjut meniti kematangan

Impianku ialah peringatan mati sebagai teman sejati
Kerana bagiku alam dunia adalah ladang akhirat
Panorama kehidupan perlu dibaja dan disemai
Agar berputik tunas yang bakal bercambah menjadi baka yang berkualiti
Meneruskan perjuangan ISLAM sebelum hari kemudian

Impianku ialah menjadi pemuda yang tak terlena dengan hambatan dunia
Kerana daku mengimpikan Syurga Firdausi
Di situlah rumahku kekal abadi
Kerana aku ingin membawanya bersama
TAPI, SIAPAKAH DIA......???


ermm... aku bila lagi??

********************************************************************
P/S : kata-kata nukilan diatas adalah merujuk kepada impian dan harapan untuk menjadi pemuda yang seideal yang mungkin, & bukanlah untuk ingin menggambarkan keadaan sebenar penulis sekarang. 


wallahu taa'la a'lam




Sunday, January 17, 2010

SEMUA JATUH HARI JUMAAT KAN?

Assalamualaikum wbh,




sedar x sedar, hari demi hari berlalu... tahun demi tahun da berlalu.. n aku pun dah besar... tapi sejak mutakhir ini ... perasan x ada something yang pelik....  Kebelakangan ini, banyak peristiwa berlaku pada hari jumaat, jika semua org perasan:


Hari Raya Haji 2009
Tahun Baru Hijrah
Tahun Baru Masihi 2010
Gerhana Bulan Separa 2010
Gerhana Matahari Cincin 2010
Maulidur Rasul 2010
Nuzul Quran 2010
Hari Raya Puasa 2010


sbg peringatan kpd semua seperti mana yg dijanjikan Allah SWT kpd kita....bukankah Qiamat itu berlaku pada hari jumaat?Ya Allah, ampunilah dosa2 kami..tingkatkan amalan soleh msing2...



ermmm.. kita bila la plak eh..?





Thursday, December 31, 2009

Kefahaman Tawaduq

Assalamualaikum wbh


Sebagai permulaan, marilah kita meningkatkan  setinggi-tinggi ketaqwaan kita kepada Allah swt & merendahkan serendah-rendahnya, rasa keegoan & kealpaan kita. Rasa syukur kepada yang menciptakan  kita  & bumi alam semesta diharapkan  menatijahkan  iman yang kamil & taqwa  yang syamil.


Ikhwah & akhawat yang dikasihi Allah sekalian,


Hari ini insyaAllah kita akan memfokuskan pengisian kita kepada pemahaman konsep  tawaduq yang sebenar. Hari ini, jika masih lagi ada yang mengatakan pengertian Tawaduq itu adalah merendahkan diri, serta berjalan menunduk-nunduk sehingga terlnaggar tiang, yang kononya ingin memelihara pandangan, ketahuilah sahabat-sahabat ku sekalian bahawa pemahaman itu adalah pemahaman yang tidak tepat serta ianya merupakan pemahaman yang tidak meyeluruh kata ulama’.


Pengertian Tawaduq yang sebear ialah merendah hati kita kepada yang lebih berkuasa. Yakni kita merasai ada lagi yang lebih hebat & berkemampuan berbanding kita.  


Sahabat-sahabat sekalian,


 ketahuilah tiada persamaan diantara merendahkan diri & merendahkan hati. Amat berbeza sekali diantara hanya berzikir dengan lidah(diri) dan juga berzikir dengan hati. Orang yang berzikir dengan lidah tanpa disertai dengan pemahaman di akal dan peghayatan di hati tidak mendatangkan apa-apa hasil & kesan.  sebaliknya, jika seseorang muslim itu berzikir disertai dengan hati itulah yang lebih berkesan walaupun ianya tidak dilafaz dilidah atau tidak dijahar dengan suara yang merdu. Apa gunanya berzikir dengan suara yang mendayu dan merdu tanpa disertai dengan hati.. Oleh itu, Jelaslah perumpaan tadi ingin menunjukkan kepada kita bahawa wujud perbezaan diatara merendahkan diri & merendahkan hati.


Ikwanul muslimin yang dikasihi Allah sekalian,


Apabila berbicara mengenai kerendahan pastinya ada yang lebih tinggi iaitu Allah azza wa jalla, sebab itu bila kita memahami konsep tawaduq ini, sungguh tinggi kesanya kepada solat & ibadah kita yang akhirnya mampu menghasilkan resonan khusyuk dalam jiwa kita.


Manakan tidak, apabila hati merasai diri ini  tidak mampu untuk  bertidak sedirian, merasai diri memerlukan perlu pertolongan, merasai diri tersangatlah lemah, sudah pasti disaat itu, hati akan tercari-cari siapakah yang lebih hebat untuk bergantung harap dan memenuhi apa sahaja kehendak hati. Maka,  Diketika itu, yakinlah ‘la haw la wala quwata illa billah’ “tiada daya upayaku melainkan daya upaya Allah swt. Yang berada diketinggian itu, kita letaklah pengharapan kepada Allah swt.


Sahabat-sahabat sekalian,


Akhiran,Timbulkan dalam ruh kita rasa pengHAMBAan kita, serta bangkitkan rasa berTUHAN yang pastinya kita akan bergantung harap pada-Nya, tiada yang lain.


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails